Contoh teks ulasan
Teks Ulasan
Petualangan di Mesir Kuno
Judul buku : Ulysses Moore2 – Peta
yang Hilang
Pengarang : Pierdomenico
Baccalario
Penerbit : Erlangga for Kids
(Penerbit asli : Edizioni Piemme)
Tahun terbit : 2006 (Diterjemahkan,
diterbitkan : 2005)
Tebal buku : 261 halaman


Ulysses Moore – Peta yang hilang
merupakan salah satu seri novel dari 14 seri novel Ulysses Moore. Buku ini diterjemahkan
dari bahasa Italia. Novel ini diterjemahkan ke dalam 10 bahasa. Dari 14 seri,
baru 5 seri yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia. Novel ini menceritakan
tentang petualangan Rick Banner, Jason Covenant, dan Julia Covenant melewati
pintu waktu.
Rick
dan Jason terperangkap di Mesir kuno, mereka harus mencari peta Kilimore Cove
agar mereka dapat kembali ke Argo Manor. Bersama gadis mesir bernama Maruk
mereka menjelajahi Mesir kuno untuk mencari peta Kilimore cove yang hilang. Sedangkan
Julia, beruntung karena dapat kembali ke Argo Manor.

Petualangan dimulai saat Rick, Jason, dan Julia menemukan pintu misterius di
ruangan tertua Argo Manor, rumah baru mereka yang merupakan rumah tertua di
kota Kilimore Cove. Dengan memecahkan segala teka-teki, mereka berhasil membuka
pintu tersebut. Di dalamnya terdapat ngalau yang tertambat sebuah kapal layar
menakjubkan bernama Metis. Dengan Kapal tersebut entah bagaimana caranya mereka
dapat sampai ke Mesir kuno.
Setelah sampai di Mesir mereka dihadang
sebuah dinding besar yang menghalangi jalan mereka. Jason mengetuk dinding
tersebut sehingga dinding itu runtuh. Jason dan Rick terperangkap di Mesir
kuno, sedangkan Julia beruntung dapat kembali ke Argo Manor. Jason dan aRick menemukan seorang gadis mesir yang
tertimpa dinding tersebut dan menolongnya. Gadis itu bernama Maruk, putri
seorang Pustakawan Agung. Di temani gadis mesir tersebut Jason dan Rick
menjelajah koleksi di Rumah Kehidupan untuk mencari peta Kilimore Cove agar
mereka dapat kembali ke Argo manor dengan petujuk yang ditinggalkan oleh
Ulysses moore yang misterius.
Sementara itu, Oblivia Newton dan
Manfred (tokoh antagonis dalam cerita ini) mengunjungi rumah Nona Cleopatra Biggles
untuk pergi ke Mesir kuno dengan tujuan mencari peta Kilimore Cove, dengan
pintu waktu yang sama. Sesampainya disana Oblivia segera menjelajahi koleksi di
Rumah Kehidupan bersama seorang pemuda mesir yang licik. Jason, Rick, dan Maruk
memeriksa arsip arsip koleksi, tetapi papyrus (kertas dari daun papyrus untuk
menulis pada zaman itu) petunjuk tersebut di tumpahi tinta hitam sehingga
mereka kehilangan petunjuk. Akhirnya mereka pergi ke ceruk yang berlambangkan
empat tongkat wasiat untuk menuju koridor yang terlupakan. Setelah sampai di
ceruk tersebut mereka menemukan sebuah papyrus yang mengatakan bahwa peta itu
telah dipindahkan ke ‘Ruangan yang tidak pernah ada’. Mereka tak menyerah,
mereka bertiga akhirnya pergi ke ‘Toko toko peta yang telah lama hilang’.
Di sana mereka bertemu Mammon, sang
mantan Penyusun Indeks terhebat di masanya. Dia menceritakan kepada Jason,
Rick, dan Maruk tentang usahanya untuk
menemukan ‘Ruangan yang tidak pernah ada’ tempat disembunyikannya Peta Kilimore
Cove. Tetapi usaha Mammon gagal dan menyebabkan kebakaran besar di Rumah
Kehidupan. Mammon memberi petunjuk pada mereka bahwa ‘Ruangan yang tidak pernah
ada’ dapat di temukan dilirik terakhir lagu ‘Balada dua kekasih’.
Setelah mendengar cerita Mammon,
tiga sekawan itu akhirnya kembali ke rumah penginapan untuk memecahkan misteri
tersebut. Setelah kembali memecahkan teka-teki, mereka segera pergi ke koridor
yang terlupakan. Dengan menggeser cermin diatas patung Isis dan Osiris (dewa
mesir kuno), jalan masuk ke ‘Ruangan yang tidak pernah ada’ pun mereka temukan.
Namun jeruji tersebut terkunci. Setelah kembali memecahkan teka teki dengan
mengatur posisi simbal pada alat musik sitrum yang dipegang patung dewi (dewi musik
mesir kuno), akhirnya mereka bisa masuk dan menemukan peta Kilimore Cove.
Setelah mereka keluar dari ruangan
itu, mereka dihadang oleh Oblivia Newton dan merebut petanya. Walaupun pulang
dengan tangan kosong mereka tidak kecewa, setelah berpamitan dengan Maruk,
mereka akhirnya pulang ke Argo Manor. Sedangkan di Argo Manor sedang terjadi
badai yang cukup deras. Manfred terus memaksa untuk masuk ke Argo Manor, tetapi
ketika usahanya gagal ia mengunjungi pondok Nestor dan mengambil kunci dengan
pegangan berbentuk singa. Terjadi pertarungan hebat antara Nestor, Julia, dan
Manfred, tetapi sayang kunci itu hilang.

Novel ini juga mampu
menyihir pembaca sehingga pembaca bisa ikut merasakan petualangan, semangat
keputusasaan, dan kesedihan. Selain itu, buku ini memiliki desain sampul dan
halaman yang cantik. Dengan membaca buku ini, anda akan mengetahui bahwa Pierdomenico
Baccalario memiliki kemampuan dalam mengolah kata-kata dan wawasan
yang sangat luas. Buku ini dapat menambah wawasan kita sedikit demi sedikit
tentang peradaban mesir kuno dan tulisan hieroglif. Dengan adanya editor Mia
maharani, kisah ini seperti kisah nyata dan pernah terajadi. Namun terdapat
beberapa kata dalam bahasa inggris yang tidak diterjemahkan dalam bahasa
indonesia. Selain itu, alur dalam cerita ini sedikit rumit.

Novel ini sangat cocok untuk para
remaja kutu buku yang menyukai novel fiksi dan petualangan. Buku ini
mengajarkan pada kita agar tidak pantang menyerah dalam menghadapi apapun. Hidup
ini penuh dengan teka-teki, misteri, dan rintangan yang harus dihadapi dengan
akal sehat dan indahnya persahabatan.
Komentar
Posting Komentar